CENIL
Cenil merupakan salah satu makanan khas yang telah diperkenalkan di penjuru Jawa. Cenil ini memiliki rasa yang manis, dan memiliki varian warna bahkan bentuknya pun bervariasi ada yang bulat, kotak ataupun lonjong.
Cenil, dari namanya saja sudah dapat diartikan kecil, dan memang begitulah adanya, cenil berukuran kecil. Warna cenil dapat dibuat sesuai dengan selera pembuat, tetapi kebanyakan yang dijual berwarna merah muda, hijau, dan putih. Ciri khas penyajian cenil adalah disajikan di atas pincuk kecil daun pisang.
Jaman dahulu cenil merupakan makanan alternatif bagi masyarakat Pacitan sebagai pengganti nasi jika mereka sedang kekurangan beras.Karena, pada saat itu pernah terjadi kelangkaan bahan baku seperti beras sehingga masyarakat Pacitan berfikir untuk mengolah sagu menjadi sebuah makanan, saat itu masyarakat berhasil membuat sebuah makanan yang disebut dengan Cenil yang artinya menurut masyarakat adalah "centil" karena makanan itu berwarna-warni sehingga menggoda para peminat makanan ini.
Cara membuatnya, mulailah dengan mencampurkan tepung sagu dan bubur beras, aduk hingga menjadi satu, lalu tuangkan air secukupnya dan buat adonan hingga menjadi mudah dibentuk. Kemudian, bagilah adonan ini menjadi tiga bagian. Satu bagian biarkan berwarna putih, dua bagian lainnya beri pewarna merah dan hijau. Kemudian, pilin-pilin adonan sesuai warnanya.
Selanjutnya siapkan air dalam panci dan didihkan. Masukkan pilinan adonan dalam air mendidih. Setelah mengapung, angkat. Potong sesuai selera, lalu gulingkan pada kelapa parut yang sudah dikukus. Taburkan gula pasir di atasnya. Kue cenil siap kamu nikmati.
sumber :
https://www.kompasiana.com/aziztechnochannel1260/5df5ffcd097f362471128e22/cenil-makanan-khas-yogyakarta?page=all



Komentar
Posting Komentar