TAPE ULI




Saat lebaran tiba, ada satu kuliner yang sering dihidangkan oleh masyarakat Betawi, yaitu tape uli. Tape uli adalah sajian tape dan uli, kudapan yang keduanya sama-sama berbahan dasar beras ketan dengan proses pembuatan yang berbeda. 


Tape adalah beras ketan hitam yang difermentasi sehingga mempunyai rasa asam manis yang meleleh di mulut. Sedangkan uli merupakan beras ketan putih yang dikukus, dicampur dengan santan kelapa, kemudian dihaluskan dan dibungkus dengan daun pisang.


Bagi masyarakat Betawi, tape uli merupakan simbol kebersamaan karena para perempuan bertugas memasak beras ketan sedangkan kaum laki-laki menumbuk ketan hingga halus.

Meskipun sama-sama dibuat menggunakan beras ketan, cita rasa yang dihasilkan berbeda sehingga keduanya sangat nikmat disantap.


Bagi masyarakat Betawi, tape uli merupakan simbol kebersamaan karena para perempuan bertugas memasak beras ketan sedangkan kaum laki-laki menumbuk ketan hingga halus. Meskipun sama-sama dibuat menggunakan beras ketan, cita rasa yang dihasilkan berbeda sehingga keduanya sangat nikmat disantap.


Sedangkan, untuk pembuatan ulinya berasal dari ketan putih yang dikukus sampai jadi nasi, kemudian dicampur dengan kelapa parut dan diberi garam. Lalu dikukus lagi kemudian ditumbuk sampai halus. Setelah itu, uli dibungkus daun pisang dan siap disajikan. Menurut kepercayaan masyarakat Betawi, jika pembuatan tape uli ini tidak bersih maka tape ulinya tidak akan jadi atau gagal. Berikut cara membuat tape uli di rumah, 


Bahan Tape Ketan Hitam :
1 kg beras ketan hitam
4 keping ragi tape yang masih baru
1 liter air panas (tidak harus semua, sesuaikan dengan level pulen beras ketan)
daun pisang secukupnya untuk alas bungkus


Bahan Tetel Ketan / Uli :
1 kg beras ketan putih
2 buah kelapa parut sedang, tidak tua dan tidak muda
1 sdm garam (sesuai selera)
1 ltr air panas (tidak harus semua, sesuaikan dengan level pulen beras ketan)

Cara membuat Tape Ketan Hitam :

1. Cuci bersih beras ketan hitam sampai airnya benar-benar bening, lalu rendam semalaman.

2. Tiriskan beras ketan hitam sesudah di rendam kemudian kukus selama 15 menit.

3. Setelah 15 menit, pindahkan ke wadah dan beri air panas, aduk rata, biarkan 15 menit. Pastikan tercampur rata dan seluruh bagian beras ketannya bercampur air panas supaya matang dan empuk merata.

4. Setelah 15 menit kukus kembali sampai matang kurang lebih 40 menitan.

5. Setelah beras ketan hitam matang, biarkan benar-benar dingin.

6. Setelah dingin taburi ragi, ragi di haluskan dulu lalu ayak di atas ketan hitam yang sudah dingin, aduk rata, dan simpan dalam wadah bersih yang di alasi daun pisang.

7. Tutup rapat dan simpan, buka setelah 2 hari fregmentasi maka tape ketan hitam akan berair dan tape yang baik rasanya manis asli dari si ketan dan raginya.

Cara membuat Tetel Ketan/Uli : 

1. Cuci beras ketan putih sampai bersih, rendam semalaman lalu kukus 15 menit

2. Setelah 15 menit, pindahkan ke wadah, campurkan garam dengan air panas, lalu tuang ke ketan, aduk rata.

3. Kemudian masukkan kelapa parut aduk rata. Untuk tesktur, sedang, tidak terlalu banyak air juga tidak kering, diamkan 15 menit.

4. Kukus kembali selama 40 menit sampai matang.

5. Setelah matang siapkan alat untuk menumbuk tetel/uli, jangan lupa dialasi plastik tebal dan daun pisang.

6. Tumbuk ketan yang masih panas sampai halus.

7. Setelah halus, pindahkan ke daun pisang yang di oles dengan minyak goreng hangat, bungkus dan biarkan dingin baru potong-potong.

8. Sajikan tetel/uli dengan tape ketan hitam, tape ketan hitamnya suhu kulkas lebih nikmat.

Selamat mencoba!


sumber :


https://travel.tribunnews.com/2020/05/20/tape-uli-kuliner-khas-betawi-yang-wajib-disantap-saat-lebaran


https://www.minews.id/ramadan/resep-tape-uli-makanan-khas-betawi-yang-disajikan-saat-lebaran










Komentar

Postingan Populer